|
Risiko
Terkena Kanker
Swedia. Penggunaan ponsel
meningkatkan risiko terkena tumor otak sebesar 2,5 kali.
Anak-anak yang tulang tengkoraknya lebih tipis dan otaknya lebih
kecil menghadapi risiko lebih besar.
Australia
Tikus
percobaan yang terkena radiasi ponsel selama 18 bulan,
menghadapi tingkat risiko dua kali lipat terkena kanker.
USA
Pengguna bersat ponsel mengalami penurunan hormone melatonin
yang amat penting untuk mencegah berkembangnya sel-sel kangker.
Austria
Perokok pengguna ponsel punya risiko lebih besar terkena kangker
disbanding pengguna ponsel non perokok.
Pengguna ponsel berat (beberapa
jam / hari) ditemukan terkena kangker getah bening non-Hodgkin
pada leher di area yang sering mengalami kontak ponsel.
Beberapa menit paparan
radiasi ponsel dapat mengubah 5% sel kangker aktif menjadi 95%
sel kangker aktif, selama periode paparan dan beberapa saat
setelah itu.
Risiko terkena tumor
yang amat langka, neuro-epithelia, yang berkembang di
luar otak, meningkat dua kali lipat pada penggunaan ponsel di
bandingkan non-pengguna.
Pada tahun 1998,
tercatat tak kurang 8 tuntutan hokum berkenaan dengan timbulnya
tumor otak akibat penggunaan ponsel.
Kerusakan Sistem Pertahanan Tubuh dan DNA
Beberapa studi
menunjukkan bahwa radiasi ponsel telah menyebabkan kerusakan DNA
dalam sel tubuh. Menurut penelitian di Inggris, radiasi dari
frekuensi radio yang lemah serupa dengan dipancarkan ponsel –
dapat melemahkan system pertahanan tubuh yang bertugas melawan
infeksi dan penyakit.
Bayi
Cacat
USA
RAdiasi
ponsel juga dikaitkan dengan bahaya terhadap ibu hamil dan janin
yang dikandungnnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa radiasi
ponsel menyebabkan cacat pada emberio ayam.
Peningkatan Tekanan Darah
Jerman
pada sebuah studi yang dilaporkan dalam media Lancet pada
1998, tekanan darah pada subyek yang diteliti meningkat
5-10Hg-peningkatan yang lebih dari cukup untuk memicu stroke
atau serangan jantung pada orang-orang yang berisiko tinggi.
Ini kali pertama sebuah
bukti yang sangat meyakinkan bahwa radiasi ponsel dapat mengubah
fungsi sel dalam badan manusia.
Penyakit Alzheimer’s, Multiple Sclerosis & Parkinson’s
Swedia.
Hanya dalam tempo dua menit terpapar pancaran gelombang ponsel,
dapat melemahkan batas pengaman dalam darah, sehingga protein
dan racun/toksin bocor dan kemudian masuk ke dalam otak. Inilah
yang membuka jalan bagi berkembangnya berbagai penyakit seperti
Penyakit Alzheimer’s, Multiple Sclerosis & Parkinson’s
Studi lain menunjukkan
pengguna ponsel 30 menit/ hari terkena risiko pikun (memory
loss) dua kali lipat disbanding pengguna ponsel kurang dari dua
menit/hari.
USA
Riset terhadap tikus menunjukkan paparan gelombang ponsel selama
45 menit menyebabkan terhambatnya kemampuan belajar dan ingatan
jangka pendek mereka.
Inggris
Riset yang disponsori pemerintah menunjukkan keterkaitan antara
radiasi ponsel dengan kehilangan ingatan jangka pendek dan pikun
sesaat.
Jantung dan Batu Ginjal
Eropa.
Riset
baru-baru ini menunjukkan radiasi ponsel dapat menyebabkan
kebocoran hemoglobin – pembawa oksigen ke seluruh tubuh – dari
sel darah merah, hal ini berakibat pada timbulnya sakit jantung
dan batu ginjal.
Penurunan Gairah Sex, Rasa Terbakar dan Kelelahan
Ukroina
Riset
pada binatang menunjukkan pengguna ponsel dapat menurunkan
gairah sex secara drastic. Tikus yang terpapar radiasi ponsel
menghasilkan jauh lebih sedikit hormone testoteron dalam darah
dibandingkan tikus yang tak terpapar. Semakin tinggi tingkat
radiasi semakin sedikit testosterone yang dihasilkan, sehingga
menurunkan gairah seksual.
Skandinavia
Riset
yang disponsori oleh industry ponsel, pemerintah Norwegia dan
Swedia menegaskan adanya korelasi antara lama frekuensi/
seringnya penggunaan ponsel dengan munculnya gejala-gejala
kelelahan/ fatique rasa terbakar, dan sakit kepala.
Pengguna ponsel juga ada yang melaporkan telah mengalami kulit
gatal-gatal, terbakar dan kejang-kejang.
Racun
Dari Tambalan Gigi
Riset pun menunjukkan
bahwa radiasi ponsel dapat mengaktifkan mercuri dalam tambalan
gigi sehingga menghasilkan sejenis gas beracun. Beberapa pakar
percaya bahwa gas itu dapat menyerang otak dan system syaraf
sehingga mengakibatkan kondisi seperti depresi, asthma,
Alzheimer’s dan Multiple Sclerosis.
Sakit
Kepala, Pusing-Pusing, Kehilangan Konsentrasi
Swedia
Riset yang disponsori industry ponsel terhadap 11.000 pengguna
ponsel 4 – 5 kali sehari menghadapi risiko 3,6 x lebih besar
terkena sakit kepala dari pada pengguna ponsel kurang dari dua
kali sehari.
Para pengguna juga
menghadapi risiko 2,3 kali terkena pusing-pusing dan s,4 kali
terkena kehilangan konsentrasi dibanding non-pengguna.
Orang-orang muda
menghadapi risiko lebih besar, mereka yang berusia dibawah 30
tahun menghadapi risiko 3 – 4 kali lebih besar dibandingkan
pengguna yang lebih tua. |